VÓZINHA, TEMBOK TUA CAPE VERDE YANG BIKIN SPANYOL DAN ARGENTINA FRUSTRASI

Kiper 39 tahun Vózinha tampil sebagai pahlawan Cape Verde Islands di Piala Dunia 2026, mencatat rating 9.6 saat menahan Spanyol dan 8.5 kala akhirnya tersingkir dari Argentina di 32 besar.
Angka 27 tembakan berbanding 0 gol adalah statistik yang merangkum betapa fenomenalnya penampilan Vózinha di Piala Dunia 2026. Kiper Cape Verde Islands berusia 39 tahun itu membuat 7 penyelamatan dan mempertahankan gawangnya tetap perawan saat timnya menahan imbang Spanyol 0-0 pada laga pembuka Grup, 15 Juni 2026. Penampilan itu ia tutup dengan rating individu 9.6, angka yang jarang ditemui bahkan di level pemain bertahan sekalipun.
Josimar José Évora Dias, nama lengkap Vózinha, sudah berusia 39 tahun dan tinggi 189 cm saat tampil di turnamen ini. Bukan sosok muda yang biasa dielu-elukan sebagai bintang masa depan, ia justru menjelma jadi figur sentral Cape Verde Islands lewat pengalaman dan refleks yang belum juga tumpul dimakan usia.
Laga kedua fase grup menghadirkan cerita berbeda. Melawan Uruguay pada 21 Juni 2026, Vózinha kebobolan dua gol dalam laga yang berakhir 2-2, dengan rating turun ke 5.9 — catatan terendahnya sepanjang turnamen ini. Namun ia segera bangkit di laga ketiga kontra Arab Saudi pada 27 Juni, membukukan 3 penyelamatan dan kembali menjaga gawangnya tetap bersih dalam hasil 0-0, dengan rating 7.5.
Puncak perjalanan Vózinha datang di babak 32 besar melawan Argentina, laga yang harus diselesaikan lewat perpanjangan waktu pada 3-4 Juli 2026. Sepanjang 120 menit, ia melakukan 8 penyelamatan dan mengantongi rating 8.5, meski akhirnya timnya kalah 3-2. Argentina melepaskan 22 tembakan dengan 10 mengarah ke gawang serta mencatatkan expected goals 2.16 dan penguasaan bola 64 persen — statistik yang jauh lebih dominan dibanding hasil akhir yang nyaris membuat Cape Verde bertahan.
Pola yang sama juga terlihat saat menghadapi Spanyol di laga pembuka, di mana Spanyol melepaskan 27 tembakan dengan xG 2.10 dan penguasaan bola 74 persen, namun pulang tanpa gol. Kesenjangan statistik semacam itu jadi bukti nyata betapa besar peran Vózinha dalam menahan laju serangan lawan-lawan yang jauh lebih superior secara penguasaan bola maupun peluang.
Gol penentu eliminasi Cape Verde di laga melawan Argentina tercipta lewat gol bunuh diri D. Borges pada menit ke-111 masa perpanjangan waktu, memupus perlawanan yang sudah dibangun susah payah sepanjang turnamen. Cape Verde Islands pun harus mengakhiri langkah mereka di babak 32 besar.
Secara keseluruhan, Vózinha tampil dalam 4 laga dengan total 420 menit bermain, mencatatkan 18 penyelamatan tercatat (7 di laga Spanyol, 3 di laga Arab Saudi, dan 8 di laga Argentina, sementara data penyelamatan di laga Uruguay tidak tersedia), serta dua clean sheet. Rekap itu menegaskan posisinya sebagai salah satu figur paling menonjol dari perjalanan Cape Verde Islands di Piala Dunia 2026, meski akhirnya harus mengakhiri kiprah mereka setelah takluk dari Argentina.
Berita Lainnya
Match ReportVIKINGUR REYKJAVIK BALIK UNGGULI FC THUN 3-2 DI KUALIFIKASI EUROPA LEAGUE
Vikingur Reykjavik menang 3-2 atas FC Thun pada babak 3rd Qualifying Round UEFA Europa League setelah sempat tertinggal dua kali di Víkingsvollur Stadium.
Match ReportEGNATIA RROGOZHINË PESTA GOL, BENAMKAN SHAMROCK ROVERS 5-1
Egnatia Rrogozhinë menggilas Shamrock Rovers dengan skor telak 5-1 di Arena Egnatia pada babak kualifikasi ketiga UEFA Europa League, meski bermain dengan 10 orang sejak akhir babak pertama.
Match ReportDRAMA ENAM GOL WARNAI LAGA PAFOS VS RED BULL SALZBURG DI KUALIFIKASI LIGA EUROPA
Pafos dan Red Bull Salzburg bermain imbang 3-3 di Alphamega Stadium pada laga 3rd Qualifying Round Liga Europa, dengan H. Tabakovic mencetak hat-trick untuk tim tamu.
